[caption id="attachment_198" align="alignnone" width="730"]
qiamullail[/caption]
BERAPA kali dalam seminggu kita melaksanakan qiyamul lail (solat malam)? Tentu masing-masing yang tahu jawabannya. Tak sedikit orang berusaha keras agar mampu bangun solat malam, namun begitu sulit mencobanya. Apa yang menjadi penyebab sulitnya kita bangun solat malam?
Syeikh Fudhail bin Iyadh pernah berkata: “Jika engkau tidak mampu menunaikan solat malam dan puasa di siang hari, maka ketahuilah bahwa engkau sebenarnya sedang dalam keadaan terhalang, kerana dosa-dosamu begitu banyak.”
Syeikh Ibrahim bin Adham pernah didatangi oleh seseorang untuk meminta nasihat agar ia boleh mengerjakan solat malam.
Beliau kemudian berkata kepadanya, “Janganlah engkau bermaksiat kepada Allah Azza Wajála di siang hari, nescaya Allah akan membangunkanmu untuk bermunajat dihadapan-Nya malam hari. Sebab munajatmu di hadapan-Nya di malam hari merupakan kemuliaan yang paling besar, sedangkan orang yang bermaksiat tidak berhak mendapatkan kemuliaan itu”.
Seseorang datang kepada Imam Ghazali untuk menanyakan kepada beliau mengenai sesuatu yang menyebabkannya tidak boleh bangun malam untuk mengerjakan solat.
Beliau menjawab, “Dosa dosamu telah membelenggumu.“
Al-Hasan pernah berkata, “Tidaklah seseorang itu meninggalkan solat malam kecuali kerana dosa yang dilakukannya. Oleh kerana itu , periksalah diri kalian setiap malam ketika matahari terbenam, kemudian bertaubatlah kepada Robb kalian, agar kalian dapat mengerjakan solat malam.”
Dalam kesempatan lain, beliau menjelaskan, “Di antara pertanda seseorang itu tenggelam dalam dosa adalah bahwa dadanya tidak pernah lapang untuk mengerjakan puasa di siang hari dan mengerjakan solat sunnah di malam hari.”
Sufyan Ats-Tsauri pernah berkata, “Aku pernah terhalang (tidak boleh bangun) untuk mengerjakan solat malam selama lima bulan disebabkan satu dosa yang telah aku lakukan.”
Ditanyakanlah kepada beliau, “Dosa apakah itu ? “
Beliau menjawab, “Aku melihat seorang laki-laki yang menangis, lalu aku katakan di dalam hatiku bahwa itu dilakukan nya sebagai bentuk kepura-puraan saja.”
Abdullah bin Mas’ud pernah ditanya oleh seseorang, “Kami tidak boleh bangun malam untuk mengerjakan shalat.”
Ia pun menjawab, “Dosa-dosamu telah membelenggumu.“
Demikian juga memakan barang yang haram akan menghalangi pelaksanaan solat malam.
Salah seorang dari kalangan ulama mengatakan, ‘Betapa sering sesuap makanan itu menghalangi pelaksanaan solat malam. Betapa sering pandangan itu menghalangi seseorang dari membaca satu surat dari Al-Qur’an. Sungguh seorang hamba itu akan menyantap satu makanan atau melakukan sesuatu perbuatan yang menyebabkannya tidak boleh mengerjakan solat malam selama satu tahun.”
Demikian juga kecintaan kepada dunia (Hubbud Dunya) dapat menghalangi seseorang untuk melaksanakan solat malam.
Abu Thalib Al-Makki berkata, “Yang dapat menghalangi seorang hamba dari melakukan solat malam, atau yang menjadikannya lalai dalam waktu sekian lama, ada tiga hal. Yaitu, menyantap makanan yang syubhat, terus-menerus melakukan perbuatan dosa, dan dominasi pikiran keduniaan terhadap hati.”
Kita dapat menyimpulkan bahwa yang boleh membantu seseorang agar mengerjakan solat malam itu adalah: memakan makanan yang halal, istiqomah di dalam bertaubat, menjauhi makanan yang haram dan syubhat, menjauhi dosa dan maksiat serta, menolak dominasi pikiran keduniaan dan kecintaan kepada dunia dari dalam hati dengan cara selalu ingat mati dan memikirkan akhirat atau apa saja yang akan ditemui sesudah mati.
kredit kepada hidayatullah.com
[caption id="attachment_197" align="alignnone" width="450"]
qiamullail[/caption]
BERAPA kali dalam seminggu kita melaksanakan qiyamul lail (solat malam)? Tentu masing-masing yang tahu jawabannya. Tak sedikit orang berusaha keras agar mampu bangun solat malam, namun begitu sulit mencobanya. Apa yang menjadi penyebab sulitnya kita bangun solat malam?
Syeikh Fudhail bin Iyadh pernah berkata: “Jika engkau tidak mampu menunaikan solat malam dan puasa di siang hari, maka ketahuilah bahwa engkau sebenarnya sedang dalam keadaan terhalang, kerana dosa-dosamu begitu banyak.”
Syeikh Ibrahim bin Adham pernah didatangi oleh seseorang untuk meminta nasihat agar ia boleh mengerjakan solat malam.
Beliau kemudian berkata kepadanya, “Janganlah engkau bermaksiat kepada Allah Azza Wajála di siang hari, nescaya Allah akan membangunkanmu untuk bermunajat dihadapan-Nya malam hari. Sebab munajatmu di hadapan-Nya di malam hari merupakan kemuliaan yang paling besar, sedangkan orang yang bermaksiat tidak berhak mendapatkan kemuliaan itu”.
Seseorang datang kepada Imam Ghazali untuk menanyakan kepada beliau mengenai sesuatu yang menyebabkannya tidak boleh bangun malam untuk mengerjakan solat.
Beliau menjawab, “Dosa dosamu telah membelenggumu.“
Al-Hasan pernah berkata, “Tidaklah seseorang itu meninggalkan solat malam kecuali kerana dosa yang dilakukannya. Oleh kerana itu , periksalah diri kalian setiap malam ketika matahari terbenam, kemudian bertaubatlah kepada Robb kalian, agar kalian dapat mengerjakan solat malam.”
Dalam kesempatan lain, beliau menjelaskan, “Di antara pertanda seseorang itu tenggelam dalam dosa adalah bahwa dadanya tidak pernah lapang untuk mengerjakan puasa di siang hari dan mengerjakan solat sunnah di malam hari.”
Sufyan Ats-Tsauri pernah berkata, “Aku pernah terhalang (tidak boleh bangun) untuk mengerjakan solat malam selama lima bulan disebabkan satu dosa yang telah aku lakukan.”
Ditanyakanlah kepada beliau, “Dosa apakah itu ? “
Beliau menjawab, “Aku melihat seorang laki-laki yang menangis, lalu aku katakan di dalam hatiku bahwa itu dilakukan nya sebagai bentuk kepura-puraan saja.”
Abdullah bin Mas’ud pernah ditanya oleh seseorang, “Kami tidak boleh bangun malam untuk mengerjakan shalat.”
Ia pun menjawab, “Dosa-dosamu telah membelenggumu.“
Demikian juga memakan barang yang haram akan menghalangi pelaksanaan solat malam.
Salah seorang dari kalangan ulama mengatakan, ‘Betapa sering sesuap makanan itu menghalangi pelaksanaan solat malam. Betapa sering pandangan itu menghalangi seseorang dari membaca satu surat dari Al-Qur’an. Sungguh seorang hamba itu akan menyantap satu makanan atau melakukan sesuatu perbuatan yang menyebabkannya tidak boleh mengerjakan solat malam selama satu tahun.”
Demikian juga kecintaan kepada dunia (Hubbud Dunya) dapat menghalangi seseorang untuk melaksanakan solat malam.
Abu Thalib Al-Makki berkata, “Yang dapat menghalangi seorang hamba dari melakukan solat malam, atau yang menjadikannya lalai dalam waktu sekian lama, ada tiga hal. Yaitu, menyantap makanan yang syubhat, terus-menerus melakukan perbuatan dosa, dan dominasi pikiran keduniaan terhadap hati.”
Kita dapat menyimpulkan bahwa yang boleh membantu seseorang agar mengerjakan solat malam itu adalah: memakan makanan yang halal, istiqomah di dalam bertaubat, menjauhi makanan yang haram dan syubhat, menjauhi dosa dan maksiat serta, menolak dominasi pikiran keduniaan dan kecintaan kepada dunia dari dalam hati dengan cara selalu ingat mati dan memikirkan akhirat atau apa saja yang akan ditemui sesudah mati.
kredit kepada hidayatullah.com
[caption id="attachment_197" align="alignnone" width="450"]
Comments
Post a Comment